INDOHUN-OHLN, BSN, dan BBUSKP
Assessment, Biorisiko, Kegiatan

Penilaian SMBL di BBUSKP Jakarta

INDOHUN-OHLN, BSN, dan BBUSKP

INDOHUN-OHLN, BSN, dan BBUSKP

INDOHUN-OHLN dan Badan Standariasi Nasional (BSN) sejak tahun 2019 telah memiliki kesepakatan untuk bekerjasama dalam hal pendampingan organisasi/institusi laboratorium dalam memenuhi SNI 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium. Kerjasama ini merupakan langkah yang diambil oleh kedua organisasi dalam upaya meningkatkan kualitas laboratorium di Indonesia. Sebagai bagian dari pendampingan, kegiatan diawali dengan proses kunjungan ke instansi laboratorium.

Pada tanggal 17-18 Desember 2019, dilakukan kunjungan ke Balai Besar Uji Standar Karatina Pertanian (BBUSKP), Kementerian Pertanian, Jakarta Timur. Secara spesifik, laboratorium yang diikutsertakan dalam proses pendampingan adalah Laboratorium Biomolekuler dan Laboratorium BSL-2. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait SNI 8340:2016 serta penerapannya di organisasi, melakukan gap analisis, memberikan saran perbaikan, serta diskusi rencana tindak lanjut.

Acara ini diawali dengan prosesi pembukaan dan sambutan oleh drh. Sriyanto M.Si., P.hD selaku Kepala Balai beserta seluruh pejabat struktural dan beberapa staf fungsional. Selanjutnya, disampaikan paparan sekilas tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SMBL) berbasis SNI 8340:2016. Paparan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Perangkat Penilaian Laboratorium (PPL) yang akan digunakan sebagai tools penilaian kedepannya.

Penilaian dilaksanakan melalui tiga bentuk aktivitas, yaitu wawancara, pemeriksaan dokumen, serta kunjungan dan pengamatan laboatorium. Untuk kegiatan wawancara, personil yang diwawancari adalah individu yang bertanggung jawab selaku pimpinan puncak terhadap kebijakan pengelolaan risiko hayati di kedua organisasi laboratorium tersebut. Selanjutnya adalah kegiatan pemeriksaan dokumen yang meliputi 16 kategori dokumen, mulai dari tata laksana pengelolaan risiko hayati hingga biosecurity. Kegiatan penilaian terakhir adalah kunjungan dan pengamatan laboratorium. Kegiatan ini menjadi kegiatan yang sangat penting bagi tim penilai agar dapat memahami keadaan fasilitas dan tata kerja yang dilakukan di dalam laboratorium.

Secara garis besar, perolehan nilai SMBL dari kedua laboratorium BBUSKP sudah baik. Perolehan skor sempurna terdapat pada elemen Personalia dan Kompetensi, Program Kesehatan Kerja, serta Peralatan dan Pemeliharaan. Ketiga elemen ini merupakan sumber kekuatan bagi laboratorium BBUSKP kedepannya agar terus meningkatkan kapasitasnya, INDOHUN-OHLN bersama dengan BSN akan terus berupaya untuk memaksimalkan penerapan SMBL berbasis SNI 8340:2016 agar semakin banyak laboratorium yang berkualitas.

 

About the author

Related Posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.